
Penyembelihan hewan dalam Islam bukan sekadar ritual atau tradisi — melainkan ibadah yang memiliki dasar syariat dan makna mendalam, salah satunya dari sisi kesehatan manusia dan hewan. Menjalankan penyembelihan sesuai syariat sangat penting karena selain memastikan kehalalan, juga menjaga kebersihan, kualitas daging, dan mencegah risiko penyakit. Artikel ini membahas tujuan penyembelihan hewan menurut syariat Islam dengan penekanan khusus pada aspek kesehatan.
Hukum dan Landasan Syariat
Proses penyembelihan hewan yang sah dalam Islam harus memenuhi beberapa syarat: hewan halal, disembelih oleh seorang Muslim, menyebut nama Allah saat penyembelihan, serta memotong saluran nafas, makanan, dan dua pembuluh darah utama dengan satu sayatan tajam. Ketentuan ini bukan hanya simbol keagamaan, tapi memiliki dampak besar pada kesehatan manusia dan hewan.
Tujuan Penyembelihan dari Segi Kesehatan
1. Mengeluarkan Darah & Mengurangi Risiko Penyakit
Dalam proses penyembelihan sesuai syariat, darah dibiarkan keluar sepenuhnya. Darah merupakan medium tempat berkembang biaknya bakteri dan virus. Dengan mengeluarkan darah, risiko kontaminasi mikroba menurun drastis, sehingga daging lebih aman dan tahan lama.
2. Kesejahteraan Hewan → Kualitas Daging Lebih Baik
Islam menekankan pentingnya memperlakukan hewan dengan baik sebelum dan selama penyembelihan. Hewan tidak boleh disakiti atau dibuat stres karena stres menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenalin yang dapat menurunkan kualitas daging. Prinsip ini sejalan dengan konsep modern tentang kesejahteraan hewan (animal welfare) yang juga berdampak pada kualitas daging.
3. Higienis & Aman untuk Konsumsi
Penyembelihan yang dilakukan di tempat bersih dan menggunakan alat tajam membuat proses menjadi higienis. Setelah darah keluar sempurna, daging dicuci bersih dan disimpan dalam suhu yang sesuai agar tidak terkontaminasi bakteri. Prinsip kebersihan ini menjadikan daging yang dihasilkan bukan hanya halal, tapi juga thayyib — baik dan aman untuk tubuh manusia.
Makna Spiritual dan Kesehatan dalam Syariat
Selain aspek kesehatan, penyembelihan juga memiliki nilai spiritual. Penyebutan nama Allah menegaskan bahwa seluruh kehidupan berasal dari-Nya dan pengambilan nyawa hewan dilakukan atas izin-Nya. Dengan menggabungkan unsur fisik (kesehatan) dan spiritual (ketaatan), penyembelihan menjadi ibadah yang sempurna.
Tujuan Penyembelihan Hewan Secara Umum
- Menjalankan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
- Membersihkan tubuh hewan dari darah dan zat berbahaya.
- Menyediakan daging halal dan bergizi bagi umat manusia.
- Mengajarkan nilai empati dan tanggung jawab terhadap makhluk hidup.
Implikasi bagi Pelaksanaan Aqiqah dan Kurban
Pelaksanaan aqiqah maupun kurban sebaiknya memperhatikan aspek kesehatan hewan, alat, dan lingkungan. Hewan harus diperiksa kesehatannya sebelum disembelih, dan proses dilakukan oleh juru sembelih yang paham tata cara syariat. Daging hasil penyembelihan kemudian diolah dengan cara bersih agar aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Penutup
Penyembelihan hewan sesuai syariat Islam tidak hanya menjaga nilai kehalalan, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan daging dari segi kesehatan. Prinsip ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan makhluk hidup.
Jika Anda ingin melaksanakan aqiqah dengan cara yang benar dan sesuai syariat, Aqiqah Express siap membantu. Kami menyediakan layanan aqiqah yang lengkap — mulai dari pemilihan hewan sehat, penyembelihan sesuai syariat, hingga pengolahan dan distribusi daging higienis.
Aqiqah Express melayani wilayah Jabodetabek, Cilegon, Serang, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Medan, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, dan Malang.



